insan biasa

may Allah bless u

Saturday, 27 June 2015

Money

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG
(Tidaklah aku menulis hari ini melainkan dengan keizinan dari-Nya)

Money money money
Its all about money
We keep saying it cant buy love but it is, how funny
Money make me happy
Money make me angry
Money make me crazy
Its all about money
Even when ask for accompany
And also to stay with me
How funny it is please tell me
Did you ever care for me?
Did you ever love me?
I keep wondering, its kill me

Wednesday, 27 May 2015

Just...

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG
(Tidaklah aku menulis hari ini melainkan dengan keizinan dari-Nya)

would you be understandable?
my words
my world
if only you can accept
if only you will get
the things that i have in my mind
the words that i wish you to listen
the concept that i want you to concern
i build the wall
so no one will fall
i let them trust
but i'm getting frust
with all the harsh
you wish to become successor
but you don't realize that you are the spoiler
having enough time to laugh
yet you forget the task
so let me ask if it even hard?
i guess it is since you asked for that
too bad
i hate it with all my heart.


Tuesday, 10 March 2015

Hadiah...

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG
(Tidaklah aku menulis hari ini melainkan dengan keizinan dari-Nya)

Maka berlalulah hari ini sebagaimana yang diingini
Tanpa sesiapa mengetahui
Biarlah ia berlalu sepi
Allah lebih memahami
Akan maksud di hati
Buat pertama kali
Hari itu berjaya dilalui 
Walau terasa sunyi
Tapi mungkin itulah yang terbaik buat diri
Malah itulah jua yang diniati
Maka Allah tunaikan permintaan hati
Justeru pada Allah dia berserah diri.

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
(Surah ar-Rahman)

Hadiah paling berharga dari Ilahi. Alhamdulillah untuk setiap kemudahan yang diberikan pada hari ini.


Thursday, 5 March 2015

Drama Queen?

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG
(Tidaklah aku menulis hari ini melainkan dengan keizinan dari-Nya)

Like you, hate you
for some reason increasing the 'hate you'
Don't wanna talk
Don't wanna get choked
but your attitude just make me wanna do bad talk.

Hate to admite it myself
your behaviour made me depressed
you don't even know that I am stressed 
watching you behave like an actress. 

Like you, loving you
it is not that I never try
you are confusing me to die
Like you? Me myself can't even lie
but too bad right now I hate your attitude to die.

Looking at her face
make me wanna embrace
seeing her gaze
somehow I got scared

Just because of your attitude
she claimed us for being rude
you know I hate it, dude
you should behave like a good (girl)
but you just end up being crooked.

Right now,
Think straight and have a good perspective - I just can't
you always appear in front of my sight that I wanna scan (observe)
Seriously, sinceley
I just denied your appearance 
that are all I can stand (do).

"You play with the tears, girl. For what reason? Asking for sympathy? Asking for the good marks? I see it unfair. At the end I lost my respect towards you, girl."


Tuesday, 3 March 2015

Trust..

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG
(Tidaklah aku menulis hari ini melainkan dengan keizinan dari-Nya)

~conversation between us, friend~

Miss R:
We can have a lot of friends but to have someone that you can truly trust is hard. Am I right or wrong? 
Trust, means everything. It can be you who trust others or is that person qualified enough to be trusted by someone? 
We learn about human all these times. To trust them and having someone
you really trust is hard. 

Miss K:
Yup. That word 'TRUST' makes me scared. Even with the person who share almost everything with you. That moment when people said to me "I trust you." 
Nah, stop doing that if you're not gonna do the same. And then I need to trust you. I take those words seriously but people only do cheap talk and always make me forgive them. Because we are just human. We can't trust people. The real mistakes is when they don't know what is their mistakes. How scary is that. 

Miss R:
I got to face these kind of person again. The word 'trust' for me is related to responsibility. Seriously made me upset. 
So it is true that not all people we can trust. 
Somehow I got the answer why I told you everything back then. We shared the same opinion. I got to learnt deeply the word trust when I met you, Ainn and those friends in Annur. I believe that once you told them something they are supposed to keep it yourself. Just like how you practice being a counsellor or psychologist. 


~Miss R & Miss K: And the biggest communication problem is we do not listen to understand. We listen to reply. And that what make it really worst.


Sunday, 1 March 2015

You...

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG
(Tidaklah aku menulis hari ini melainkan dengan keizinan dari-Nya)

~Bicara Sang Hati~

Hey you..
Yes you
Who exist in my fantasy
I can't help but just to see you
To meet you
I know it is impossible
So I just meet you in my dream
The world that only a certain people exist
The world that I can see you
The world that I can meet you
Right in front of my eyes
The world that they don't understand...

Like you
Leave you
Let you go
It's all I can do..

Indeed it is hurt
But I must let you go
Saying goodbye to you
One day even if it's hard
And stop being childish..

You
Who I can only see in my dream
 I can smile brightly
And sinsecerely
All thanks to you
Gain me a strength
Be more optimis
Never give up
Thanks again
Sinsecerely and seriously
Because all of these
I learnt from you..

Watching you from far
Somehow I learnt to be strong.

I'm glad I got to know you..


Saturday, 31 January 2015

Cry If You're Hurt...

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG
(Tidaklah aku menulis hari ini melainkan dengan keizinan dari-Nya)

Jatuh - Sakit - Menangis
(cry out loud if you want)

Back then, when I was a kid I'll cry whenever I want and stop whenever I should.
But now, it's different.
Even if it's hurt but the tears won't come out. At the end I'm the one hurt myself.

.................................................................

8 tahun, di sebuah sekolah rendah kebangsaan...

"Ouch!"

Dia jatuh. Di atas jalan tar, berdekatan tapak perhimpunan.

Dengan bantuan rakan-rakan, dia bangun. Terasa pedit di lutut. Kain diselak. Luka. Berdarah. Dia menangis. Sakit? Mungkin. Tapi, lebih kepada sebuah persoalan.
"What should I do?"

Cikgu Azmi, guru kelas datang menghampiri. Dia dibawa ke bilik guru. Cikgu Azmi sapu ubat pada luka tersebut. Mata dia masih berair. Tidak berhenti menangis. Masih terdengar esakan halus. Guru lain hanya memandang. Simpati mungkin.

Cikgu Mahadi, guru disiplin masuk bersama rotan di tangan. Sesi kelasnya sudah tamat barangkali. Cuak, sakit, malu, semua menjadi satu. Dirinya menjadi tumpuan guru-guru dalam bilik guru tersebut. 

"Siapa ni?" Tanya Cikgu Mahadi.

"Oh, Fatin. Kenapa ni?"

"Jatuh." Jawab Cikgu Azmi.


"Jatuh? Macam mana boleh jatuh?" Matanya melirik pada kesan luka di lutut.

"Ala.. sikit je ni. Dah, jangan menangis." Pujuk Cikgu Mahadi.

...............................................................

Dulu..
dia tahu apa itu sakit
dia arif waktu bila harus menangis
konsep yang mudah
jatuh - sakit - menangislah
Kini...
dia 'jatuh'
'Sakit' hanya terucap di bibir
menangis jauh sekali
dia simpan
dia pendam
jauh di sudut hati
batinnya menangis tanpa henti
menjerit sekuat hati
tangisan
seakan tidak mahu muncul lagi..



It's hurt once you know you wanna cry but you can't



Saturday, 16 August 2014

Triangle...

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG
(Tidaklah aku menulis hari ini melainkan dengan keizinan dari-Nya)

Segi tiga
ada apa dengan segi tiga?
teringat dulu saat kami bertiga
tapi ia tiada kaitan dengan segi tiga
cuma sekadar ingin berkongsi kisah hidupku yang sering diduga...

Bukan aku cuba katakan bahawa aku mengalah
jauh sekali untuk menyerah
cuma hati ini yang tidak dapat mengelak dari rasa resah dan gelisah
sehingga pada akhirnya aku menjadi pasrah...

Sesungguhnya perjalanan hidupku ini merupakan sebuah didikan
semestinya dari Allah, Yang Maha Menciptakan
seringkali air mata menjadi peneman
namun aku tahu Dia tidak akan pernah meninggalkan
diriku, hanya aku bersendirian
melalui liku-liku kehidupan
yang sememangnya penuh dugaan dan cabaran
justeru pada Dia aku mengadukan
setiap kepayahan
setiap  kesedihan
setiap keresahan
setiap kegelisahan
setiap ketidakupayaan
setiap yang tidak menyenangkan
setiap perkara yang akan menjemput air mata untuk jatuh berlinangan
pada Dia aku mendambakan
agar diberi pinjaman
untuk sebuah kekuatan
sebuah keyakinan
sebuah kematangan
sebuah ketabahan...

Di dalam sebuah bilik perkuliahan
Pensyarah memberi arahan
sehelai kertas A4 diagihkan
meminta kami menciptakan
apa sahaja yang berada di fikiran
yang mampu untuk dihasilkan
tentu sahaja dari sehelai kertas yang diberikan
kertas di tangan aku lipatkan
sebuah segi tiga aku bentukkan
gambaran kepada sebuah kehidupan...

Segi tiga ku ada mereka
kerana mereka hidupku berwarna
punya rasa gembira
walau terkadang diuji duka
kehadiran mereka buat aku ceria
dan bahagia
 kerana mereka,
keluarga, sahabat, serta yang paling utama
Yang Maha Esa
sering berada di sampingku sentiasa
tempat aku mengadu domba
tanpa mereka aku bukan siapa-siapa...

Sebuah segi tiga penuh makna...


Saturday, 14 June 2014

Peterpan...

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG
(Tidaklah aku menulis hari ini melainkan dengan keizinan dari-Nya)


I'm leaving Peterpan
I'm not going to live forever in that Neverland
but, I'm still hoping to see him again
I know it won't happen
so I made up my mind
and wishing him to always be fine...

I bring along that memory
together with me
wherever I am, always be with me
so that I can smile happily
so that I can face the world strongly
seeing his smile brightly
in that memory
actually is enough for me...

It hurt enough for me to say goodbye
when he is always in my mind
so how could I be fine?
and now I am asking you to understand...

Inspiration...
I'm still looking for the deep definition
would you stay there quietly for me to take an action
and make you as my inspiration...

Just like you who work hard to achieve your dream
me too will also do the same...

To you, whom I thinking about lately
I am sorry
that I can just write these childish writing only
these would only be happen in my own fantasy
these, is only exist in my imaginary...

You are so far away
that I should keep remain silent
and watching you from far...


Teguran...

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG
(Tidaklah aku menulis hari ini melainkan dengan keizinan dari-Nya)

"Dia toleh ke kiri, dia toleh ke kanan
~There is no one~
But then somehow she felt that...
dia sedang diperhatikan."

Entah mengapa, sudah dua tiga hari ini ada sesuatu yang mengganggu fikirannya. Sudah jauh fikirannya melayang entah ke mana. Perhatiannya beralih kepada sesuatu yang dia sendiri tidak tahu entah sejak bila ia hadir.

Kehadirannya mengundang senyuman
gelak ketawa memenuhi ruangan
tiada yang mampu dikatakan
hanya satu perkataan
keceriaan...

Segalanya begitu jelas
walau mereka memandang ia selayaknya sebagai sesuatu yang tidak berasas
dia yakin dan juga ikhlas
menyokong mereka sekadar di pentas...

Dia mahukan ini, dia mahukan itu
dia lihat ini, dia lihat itu
segalanya tertumpu pada yang satu itu
begitu banyak benda, dia tetap mahukan itu
justeru
ada yang bertanya, "Mengapa hanya melihat pada yang satu itu?"
jawapannya, kerana matanya melihat hanya pada itu...

Dia duduk di situ, termenung sendirian
banyak perkara bertandang di fikiran
inilah dia yang dinamakan lumrah kehidupan
pasti akan ada selitan dugaan
sedari dulu lagi dia sedar
terlalu sukar baginya mendapatkan
apa yang mereka panggil sebagai 'kemahuan'
walau sedalam mana sesuatu perkara atau benda itu dia mahukan
tetap terlalu sukar baginya untuk mendapatkan
lalu dia bertanya kepada dirinya satu soalan
"Mengapa begitu sukar untukku mendapatkan?"
walau sekuat mana dia usahakan
handphone di tangan bergetaran
notification dari What'sApp kumpulan
sebuah topik hangat dibincangkan
oleh sebuah usrah dalam kmpulan
barulah dia sedar, rupa-rupanya itulah TEGURAN...

"Jangan memandang rendah, hina, dan lekeh pada setiap bungkusan yang kita terima
kerana BARAKAH tak selalu datang dari bungkusan kain sutera
melainkan juga ada yang datang dari bungkusan kotak biasa.
Janganlah kita hampir setengah mati mengejar
apa yang tidak boleh kita bawa ke mati / ke sana nanti."

Ayat terakhirnya menginsafkan
pada diri yang sudah lama kealpaan
dan hidup dalam kelalaian..




~Ilham dari lagu Bila Tiba, Ungu Band..



Monday, 14 April 2014

Masa itu...

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG
(Tidaklah aku menulis hari ini melainkan dengan keizinan dari-Nya)

~zaman sekolah~

Akhir-akhir ini ada sahaja cerita yang disampaikan oleh sahabat-sahabat menerusi WhatsApp dan WeChat. Notification tidak pernah letih menjalankan tugasannya. Ada sahaja cerita yang disampaikan oleh mereka. Marah, sedih, gembira semuanya menjadi topik perbualan.

Walau terkadang letih untuk membacanya namun begitu ada sesuatu yang tersembunyi disebaliknya. Yang mungkin hanya dapat dinilai dan dilihat melalui mata hati.

Pernah dulu semasa di kolej Madam G beri satu tugasan untuk subjek Art&Craft. Memandangkan subjek ini melibatkan seni dan kreativiti kami diberi tugasan untuk bertemu kanak-kanak (12 tahun ke bawah) dan meminta mereka untuk melukis. Setiap apa yang dilukis itu pasti mempunyai sebab tertentu, dan itulah tujuan asal tugasan ini diberikan - untuk mencari sebab (apa dan kenapa) mereka melukis gambar tersebut. 

Alhamdulillah. Berkat bantuan seorang sahabat tugasan berjaya diselesaikan. Tersentuh rasa hati melihat tulisan tangan seorang kanak-kanak berusia 9 tahun dalam meluahkan rasa hati.  





Memetik bingkisan warkah dari seorang sahabat dalam "Facebook"nya:

"Dua tiga hari ni macam rasa sesuatu yang lama dah dipendam dan ditunggu masa untuk meletus jer..
Takut kalau meletus, habis semuanya terkena percikan.

Kalau dulu,
masa exam, berjaga sampai larut malam sama-sama
untuk ulangkaji dan bergosip.
Waktu adik-adik junior share masalah
kita sama-sama cari solusinya.

Bila ada rasa curiga antara kita,
gaduh dan bermasam muka itu bukan didikan para pendidik di medan tarbiyah kita.
Kita sama-sama dididik dengan mencari solusi kehidupan.
Berkumpul dan meluahkan rasa curiga itu menerbitkan sebuah ukhuwah yang mantap.
Kemantapannya dirasai sampai saat ini,
hinggakan bila jauh seolah-olah seperti jasad di perantauan
tapi hati di tanah air..."
-Syamimi Arina Kamal

Monday, 10 March 2014

~H.B~ -_-

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG
(Tidaklah aku menulis hari ini melainkan dengan keizinan dari-Nya)

Seumur hidup, tiada yang dikatakan "MAJLIS HARI JADI". Bahkan untuk meraikannya pun jarang sama sekali.

Iri hati melihat sambutan hari jadi orang lain?

Jujur, tidak ada langsung perkataan itu dalam kamus hidupku.

Kenapa?

Kerana aku sendiri lebih selesa begitu. Mungkin kerana sudah terbiasa.

Bohonglah jika aku katakan tiada langsung perasaan iri bila melihat orang lain menyambut hari lahir mereka besar-besaran, diraikan ramai orang, akan tetapi perasaan itu segera terpadam bila hati mula berkata:

"Tiada yang lebih gembira melainkan kau sendiri tahu hari ini hari lahir kau."

Bahagia dan gembira tidak semestinya apabila bersama rakan-rakan dan orang-orang terdekat tetapi apabila individu itu sendiri yang meletakkan diri mereka dalam keadaan gembira. Tiada yang dapat menghalang bila dia sendiri membenarkan dirinya untuk bahagia.

Justeru, aku sendiri sudah cukup berpuas hati dan bersyukur dengan mengetahui bahawa hari ini merupakan hari lahirku.

.................................................................................................

Masih segar dalam ingatan, waktu itu Cikgu Rokiah memanggil namaku meminta agar aku mengagihkan makanan. Dalam hati aku bertanya, "Kenapa aku?"

Tapi terselit juga rasa bangga apabila cikgu memilih aku dan bukannya murid yang lain.  -_-

Sebenarnya, pagi itu sewaktu Ummi menghantar aku ke Tadika, aku perasan Ummi berbual bersama Cikgu Rokiah. Entah apa yang dibualkan aku sendiri tidak pasti. Dan kerana itulah Cikgu Rokiah meminta aku untuk mengagihkan makanan.

APOLLO. Itulah makanan yang aku agihkan kepada semua rakan sekelas (yang akhirnya aku sendiri tidak dapat.  -_-)

Malamnya pula, ketika makan malam, Arwah Atuk mengetuai bacaan doa selamat yang dituju untuk aku. (Aku tahu pun sebab Arwah sebut nama aku terlebih dahulu sebelum nama ahli keluarga yang lain). 

Aku nampak ada sebiji kek di tengah-tengah meja. Aku nak pasang lilin tapi ditegah keras oleh Ayah. Aku diam. Bagai mimpi, seakan masih terngiang bacaan doa Arwah Atuk, dan usapan lembut tangan Ummi dan Ayah mengusap rambutku. Waktu itu jumlah keluarga kami 5 orang termasuk Arwah Atuk.

Hari ini barulah aku sedar bahawa itulah sambutan untuk hari lahirku. Apalah yang diketahui oleh seorang kanak-kanak berumur 5/ 6 tahun ketika itu?

Masa terus berlalu. Aku berpindah sekolah. Waktu itu umurku 10 tahun. Sekolah baru, suasana baru, dan kawan-kawan baru. Semuanya baru.....

Masih jelas dalam memoriku, seorang rakan kelas bertanya:

"Berapa tarikh lahir awak?"

"Entah, tak tahu. Tak pernah tanya Ummi dan Ayah," jawabku.

Aku nampak riak wajahnya terkejut. Tapi aku buat tak endah.

Baru aku sedar, semua rakan mengetahui tarikh lahir mereka sedangkan aku tidak pernah nak ambil tahu perkara seperti itu.

Pulang dari sekolah, malamnya aku terus bertanya Ummi:
"Ummi, bila tarikh lahir Adik?"

"Entahlah, Dik. Ummi tak ingat. Ummi lupa. Jom tanya Ayah," jawab Ummi.
(Jujur, sedikit pun aku tak terkesan bila Ummi cakap dia lupa. Sebab dia bekerja. Mesti penat dan aku sendiri pun dah agak, aku pun tak pernah nak ambil tahu pasal tarikh lahir ni. )

"10hb 3," jawab Ayah.

"Oh, ok.. terima kasih,"

Dari situ bermulalah segalanya. Aku mula mengenal kalendar yang selama ini aku tak pernah nak sentuh, bahkan nak melihat pun tidak pernah sama sekali. Di sekolah, aku setia menanti dan menjadi penonton setia cikgu mencatat hari dan tarikh di papan hijau. Aku mula tertunggu-tunggu tarikh keramat itu...



Tuesday, 24 December 2013

6 o'clock...

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG
(Tidaklah aku menulis hari ini melainkan dengan keizinan dari-Nya)

6pm - Tempat praktikal

"Azie, cepatlah buang sampah tu. Aku nak mandi ni,"Aku menggesa Azie.

"Sekejapla, lagipun aku nak cuci bilik air sekali," Azie memberitahu.

"Tak pe. Hari ni biar aku ambil alih tugas kau cuci bilik air. Kau cuma perlu buang sampah sahaja,"

Hatiku riang dapat pulang ke kampung hari ini. Teruja rasa hati ingin bertemu Mak dan Ayah di Johor. Tidak sabar rasanya ingin segera malangkah keluar dari sangkar yang tidak berpintu ini dan menghirup udara segar di luar.

Di Terminal Bas - 8pm
Handphone dalam poket seluar berdering. Ummi telefon. Segera aku jawab. Sayu suara Ummi membawa satu khabar duka dari sana. Hilang rasa teruja. Hilang juga rasa gembira.

"Ummi, Faris dah tiada?"

"Betul ke Ummi, Faris dah tiada?"

"Ummi, Faris dah meninggal??"

3 kali ku ulangi soalan yang sama. Cuma satu yang ku cari. Kepastian dalam berita yang baru singgah di cuping telingaku.

Senyap. Kaku. Terkejut.

Tiada kata yang dapat menggambarkan perasaanku. 

Sekali lagi handphone ku berdering. Kali ini panggilan daripada Ayah. Ku ulang lagi soalan yang sama demi menagih sebuah kepastian.

"Ayah, benarkah Faris  sudah tiada?"

"Ayah, benarkah Faris sudah tiada?"

"Ayah, benarkah Faris sudah tiada?"

Jawapan yang aku terima masih sama. Maka benarlah apa yang didengar oleh telinga. Sebuah hakikat yang tidak akan pernah berubah.

"Ya, benar Faris sudah tiada," jawab Ayah.
"Sedekahkanlah al-Fatihah buat dirinya di sana. Berhati-hatilah semasa perjalanan pulang nanti,"

Aku kuatkan hati untuk bertanya soalan selanjutnya.

"Pukul berapa dia meninggal?"

"Ayah dapat tahu khabar duka ni jam 6 petang tadi,"

ALLAHU AKHBAR............

6pm...


Jam 6 petang
aku di sini riang gembira
menunggu detik dan mengira masa
menanti saat bersua muka
bersama-sama keluarga tercinta

Jam 6 petang 
-di sana-
semuanya sedang berdukacita
satu panggilan mengubah segalanya
benarlah musibah tidak mengira mangsa dan masa
kembalilah dia pada Yang Esa...

Al-Fatihah buat Ahmad Faris bin Johari (1991-20/12/2013)



Sunday, 1 September 2013

Advice

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG
(Tidaklah aku menulis hari ini melainkan dengan keizinan dari-Nya)

"Di saat orang lain menidakkan, hadirnya dia membenarkan"

good listener

Mentaliti masyarakat kita :

"Kau boleh buat ke?"

"Ala.. anak bongsu - mesti manja,"

"Kau boleh ke? Kau kan tak pernah ada pengalaman nak 'deal' dengan budak kecil - kau tak ada adik."

"Macam mana kau nak 'handle' budak kecil? Kau sendiri pun 'adik'."

"Kau? Hm.. memang tak la...."

Sudah lali telinganya mendengar kata-kata atau pandangan orang tentang anak bongsu. Sepanjang dia hidup di muka bumi ini setiap pandangan, tohmahan, cacian, atau ketidakpuasan hati yang mereka lemparkan dipandang sepi. Malas hendak ambil kisah - apatah lagi pada perkara yang boleh menjatuhkan semangat untuk terus maju ke hadapan.


Memetik kata-kata Pensyarah A semasa subjek 'Sensation & Perception', katanya :

"Kali pertama jari anda tercucuk jarum pasti terasa sakit. Tapi, apabila ia sudah berulang kali berlaku maka ia akan menjadi suatu kebiasaan. Rasa sakit itu pastinya ada tetapi tidak seperti kali pertama karana ia sudah menjadi 'habit'. Anda sendiri sudah mampu 'adapt' dengan rasa sakit itu."

Tidak lama lagi dirinya akan beralih ke fasa pra-baru iaitu praktikal.

Takut - cemas - semuanya menjadi satu apatah lagi apabila terpaksa berhadapan dengan kanak-kanak (0 - 3 tahun / TASKA).

Dia hanya mampu berusaha untuk melakukan yang terbaik, berdoa, dan seterusnya tawakal kepada Ilahi.

 Teringat kembali kata-kata Asma', (sahabat baiknya semenjak kecil) dalam perbualan yang lepas. Secara tidak langsung ia membuahkan benih-benih harapan agar dirinya tidak mudah berputus asa dan sentiasa berusaha untuk menjadi insan tabah dan cekal.
"Aku kenal kau dah lama. Apa kau fikir semua anak bongsu tu manja ke? Tak pandai berdikari? Aku ada ramai kawan yang terdiri dari anak bongsu. Boleh jer hidup sendiri - berdikari. 

Aku kenal kau dari kecil. Aku nampak kelebihan yang ada pada diri kau yang kau sendiri tak nampak. Kau kena yakin dengan diri kau dan kau kena kuat.

Sekarang ni bukan masalah kanak-kanak tu yang kau kena fikir dan risaukan. Apa yang lebih penting sekarang ni kau doa kat Allah, minta pada Dia supaya kau dikurniakan staff-staff yang baik-baik di tempat kau praktikal. At least bila staff-staff kat tempat kau praktikal tu dah okay, kau tak perlu risau untuk bekerjasama dengan mereka. Kau hanya perlu fokus pada kanak-kanak yang akan kau jaga tu sahaja. 

Cuba kau bayangkan kalau staff-staff kat tempat kau nak praktikal tu semuanya bermasalah - tak nak beri kerjasama pada kau, sudah tentulah nanti kau yang akan kusut - susah untuk kau handle kedua-duanya dalam masa yang sama. Sebab tu sekarang ni kau kena doa supaya dikurniakan staff-staff yang baik di tempat praktikal. Insya-Allah semuanya akan berjalan lancar."
Akhirnya, dia temui semangat baru untuk terus melangkah ke hadapan.
*Asma' - bukan nama sebenar 


Sunday, 25 August 2013

Clueless

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG
(Tidaklah aku menulis hari ini melainkan dengan keizinan dari-Nya)

still looking for an idea


Seorang sahabat, merangkap seorang pembaca setia blog saya bertanya :

"Kenapa dah lama tak update blog?"

Jawapan yang saya beri :

"Clueless"

"Clueless sebab memang dah ketandusan idea untuk menulis"

"Clueless gara-gara selepas baca blog seorang hamba Allah"

"Clueless sebab blog hamba Allah ni dah menjawab semua persoalan yang bertandang"

"Clueless sebab - apalah yang ada pada blog saya ni?"

"Clueless sebab blog hamba Allah tu mempunyai daya tarikan tersendiri"

"dan Clueless yang paling utama - rasa kagum pada penulis blog itu sendiri"

...........................................................................................

Alasannya sangat mudah kenapa saya tiba-tiba menjadi seperti ini - hilang semangat untuk menulis dan ketandusan idea.

Kisahnya bermula apabila saya berjumpa sendiri dengan pemilik blog tersebut. Awalnya, saya tidak tahu bahawa dirinya juga seorang Blogger..

-Bukan-

Hakikatnya, sememangnya saya mengetahui bahawa dia merupakan seorang Blogger cuma saya tidak tahu bagaimana corak penulisannya di blog.

(Memang kalau boleh tak nak ambil tahu)

Justeru tanpa terlebih dahulu mengambil tahu atau mencari tahu identiti Si Penulis blog tersebut, saya terus mengambil keputusan untuk bertemu.

Dan seperti lazimnya, saya memandang semua manusia itu sama. Setaraf. Begitu juga dengan penulis blog tersebut. Pada fikiran saya waktu itu, cara pemikiran saya dan dia adalah berbeza - dan itulah juga tujuan sebenar saya berjumpa dengannya - untuk menjelaskan perbezaan fikiran kami.

Dan untuk kesekian kalinya... saya akhirnya terkesima mendengar butir bicaranya. Satu perkataan yang mampu menjelaskan situasi saya ketika itu adalah "speecless".

Di rumah, saya bertindak seperti seorang "stalker" walhal itu bukanlah sifat saya untuk mencari tahu hal orang lain. Semua hasil penulisannya di blog saya baca dan telah khatam.Saya temui sesuatu di akhir pembacaan. Sesuatu yang menjelaskan segalanya....

Apa perasaan anda setelah mendapat tahu bahawa perkara yang ingin anda "explain" kepada seseorang rupa-rupanya telah terlebih dahulu di "explain"  oleh dirinya sendiri dalam blog tersebut?

-sangat malu-

Rupa-rupanaya cara pemikiran kami sama.

Saya temui hikmahnya di sini mengapa tiba-tiba saya menjadi "speechless" pada pertemuan yang lalu. Allah telah menyelamatkan saya daripada termakan dengan kata-kata sendiri - kami berbeza pendapat / cara pemikiran kami berbeza.

Pengajaran : Kenali terlebih dahulu dengan siapa anda berbicara.

*Blogger tersebut adalah seorang kenalan di sebuah institusi pengajian.

Sunday, 21 July 2013

Anonymous..

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG
(Tidaklah aku menulis hari ini melainkan dengan keizinan dari-Nya)

".....Mereka mungkin sedari kecil bersahabat, tetapi beberapa tahun kebelakangan ini hubungan mereka tidak seperti dahulu. Dia tidak boleh berlagak seperti mereka masih seperti dahulu. Dalam sekelip mata pun manusia boleh berubah apatah lagi dalam tempoh bertahun-tahun. Oleh itu, dia perlu bijak mengorek kalau betul dia ingin tahu apa yang dirahsiakan oleh Erina. "

-Dipetik dari novel Tak Mungkin Dia karya Rania Firdaus, m/s 318

tanda soal

Janganlah kita anggap sahabat itu seperti payung,
kita cari dia ketika hujan 
tapi bila cuaca panas
kita buang dia jauh-jauh..

(I wonder who send this...)

Seorang sahabat yang sentiasa mahu mengambil tahu
kawan-kawannya..

(I guess i know who send this - perhaps it her?)

Adakalanya kawan tempat kita melepas marah
adakala kawan tempat kita ketawa
adakala kawan tempat kita menangis
bukan senang mencari seorang 'sahabat'
tetapi sangat senang mencari 'kawan'

(at the end- I know it was her) 

` ~thanks for remind me~

 

Friday, 19 July 2013

aku berdosa..

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG
(Tidaklah aku menulis hari ini melainkan dengan keizinan dari-Nya)

silence

saya terlupa sementara

siapa saya di saat gembira

saya terlupa pada mereka yang memerhatikan saya

saya lupa

bahawa saya seorang muslimah

yang seharusnya tahu

untuk menjaga perilaku diri

saya terlupa

yang kehidupan ini bukan hanya saya seorang

rupa-rupanya

saya telah menyakiti hati insan lain

di saat saya sedang gembira

bergelak sakan - lupa dunia - alpa sementara

simple word carry huge meaning

maafkan saya

kerana tanpa sedar saya telah menyakiti anda..

lihatlah

betapa dengan mudahnya 

manusia itu melakukan kesilapan sesama mereka

apatah lagi dengan Yang Maha Berkuasa

aku berdosa..


Wednesday, 10 July 2013

monologue...

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG
(Tidaklah aku menulis hari ini melainkan dengan keizinan dari-Nya)

clueless

~would you be understanding?~

she's there - suffering
all by herself
neither to say nor to explain
everything is difficult
all that she can do - just pray...

there's a time
when you feel that you want to do it
that you might be success
and do better
rather than sitting and do nothing
but...
actually
nothing that you can do
it wasn't a right time
the law doesn't allow it..

it pain enough
to see others got burdened 
just because of yourself
rather than seeing others suffer
she choose to suffer by herself
and face it by herself
cry - to express her feeling..

it just wasn't a right time
being optimist rather than prejudice
believe that everything happens for a reason
HE (Allah) with you
-in your heart-

 continue with question and answer

-monologue-   
 

Saturday, 29 June 2013

3D

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG
(Tidaklah aku menulis hari ini melainkan dengan keizinan dari-Nya)

~dik-dik (adik-adik), demand, defend~

nice to see!
- masihkah wujud?-

salahkah dia?

bersikap 3D tanpa disedari

kepada insan yang cukup dikenali

mungkin rapat barangkali

tapi...

semua berakhir kini

tiada lagi 3D

yang tinggal cuma diri sendiri

hujan dan panas tetap diharungi

dugaan dan cabaran itu sudah pasti

menempah tiket untuk berdikari

(may be)

dirinya tidaklah setabah wanita perjuangan Islam

yang masyhur namanya 

di setiap penjuru alam

(siti khadijah, Aisyah, dan Fatimah)

akan tetapi
dia berusaha untuk terus tabah

(kehidupan memang complicated)

sukar untuk mendapat kepercayaan insan
justeru

biarlah semua dilepaskan 

meletakkan sempadan dalam perhubungan

agar ia kembali normal

rupa-rupanya 'rapat' bukanlah bermaksud selalu bersama

bukanlah juga sentiasa bersama

hari ini barulah dia sedar tafsiran itu

berbeza pada setiap individu

dan

dirinya pula lebih gemar untuk memilih jalan tengah

menghargai setiap insan yang dia ada 

yang sudi bersamanya

kerana

masa lalu itu menjadi pengajaran

kepada dirinya...

"3D actually came out once you feel close towards that person. It also came out naturally depends on person she faced"



Untitled (2)

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG
(Tidaklah aku menulis hari ini melainkan dengan keizinan dari-Nya)

?               ?            ?

~kehidupan itu akan terasa rumit bila terlupa Ilahi~

untuk apa difikirkan kembali perkara yang sudah lepas
terutama pada perkara yang tidak berasas
buat apa menyingkap kembali luka lama yang kian sembuh
jika ia hanya membuat luka itu kembali bernanah..

hati itu sifatnya sering berbolak balik
umpama kehidupan manusia yang sentiasa turun dan naik
bila sekali ia naik, jangan lupa pada Ilahi
hanya DIA tempat kembali
(itu sudah pasti)

jangan
sesekali dicemari hati itu dengan
sifat wasangka yang tiada henti
kelak ia hanya memakan diri..

manusia itu sangat gemar mencari
kesalahan orang di sisi
seperti kata pepatah yang berkalis bila menegur :
"gajah sebelah rumah nampak, akan tetapi
kuman dalam rumah tidak pula kelihatan"